Dalam kehidupan ,kita menjalani hari demi hari yang kita lalaui,setiap kejadian pasti pernah kita lalui dalam suka maupun duka tanpa tahu setiap kejadian pasti ada hikmah nya.dan inilah kisah perjalan yang ku yang membosankan ya...menurutku.semoga kalian menyukai cerita pendek yang ku ceritakan ya.perkenalkan namaku aurel bagaskara,umurku 17 tahun,saya terlahir di keluarga yang sederhana saya mempunyai 3 saudara perempuanyang perrtama kakakku dan kedua adikku,dan inilah cerita kehidupanku.
Aku sangat suka di saat cuaca yang mendung dan aku yang berada di kamar sendiri menikmati suasana yang sepi ya aku suka di saat aku sendiri,menyendiri dan apalah itu ,aku tidak suka keadaan yang terlalu ramai.aku masih kelas 2 sma waktu itu hujan cukup deras ,di mana waktu itu pulang sekolah tiba, sebagian teman-temanku menunggu hujan reda,satu persatu teman-temanku ku mulai ada yang di jemput dan cuman ada aku dan suci yang masih menetap,kami sepakat akan berjalan kami menuju rumah .firasatku sudah tidak enak kala aku akan pulang.
Tangisku tak henti-henti,saat aku tau bahwa ibu yang sangat ku cintai dan sayangi kini tak ada lagi,kenapa tuhan tega,setelah ayah ku dan sekarang ibu ku satu-satu nya orang tua ku yang ku punya,hati ku hancur tak tersisa aku belum bisa melupakan ayah yang meninggal 5 bulan lalu dan sekarang ibu ku kenapa cobaan ku selalu rumit aku iklas di saat orang-orang yang membully ku dan tidak menanggap ku aku mencoba sabar dan sekarang cobaan ini aku tidak bisa menerimananya.
Tidak ada sosok ibu yang memberi perhatian,penyayang dan selaulu mendengarkan keluh kesah ku,tidak ada lagi ibu yang membangunkankan ku saat pagi,tidak ada lagi ibu yang menyiapkan sarapan, dan tidak ada lagi ibu yang memarahi ku di saat aku salah,lalai dalam solat,ya alah aku belum bisa membahagiakan ibu hamba,aku berdoa ini hanya lah mimpi buruk ,bangunkan aku jika ini tidak nyata aku mohon.
Aku tidak sanngup untuk berdiri hanya untuk memeluk ibu yang sudah terbujur kaku,kakak memeluk ku sangat erat dan sambil berkata"kamu pasti kuat de ,lihat ibu dan peluk ibu terakhir kali nya "aku tidak sanggup,aku menangis meraung-raung saat aku peluk ibu dan melihat betapa pucat nya ibu,aku sungguh tidak percaya ini,ini hanya mimpi buruk tolong bangunkan aku ,aku belum bisa membahagiakan ibu ya ampun aku gak sanggup.
Aku peluk ibu seerat-erat nya dan tidak akan melepaskan ibu.kakak ku berkata sambil menangis sesegukan "De jangan begini,lihat adik-adik mu juga kami juga sama kehilangan sosok ibu,sekarang iklaskan ibu de,doakan ibu supaya ada di sisi allah"aku terus menagis seperti orang gila,kalian berpikir mungkn ini berlebihan tapi aku gak bisa mengiklaskan ibu ku .
Mengiklaskan seseorang itu tidak gampang kehilangan orang tua itu menyakitkan hidup tanpa orang tua itu sulit harus bisa mandiri .menjalani hari-hari tanpa sosok ibu harus aku biasa kan demi adik-adikku sekarang aku dan kakak ku yang harus menanggung resiko keuangan,menjadi ibu sekaligus ayah untuk adikku aku harus bisa tegar menjalani nya,aku mencoba iklas dalam kehidupan yang tidak adil ini.
Mencoba menjadi ibu untuk adikku,sebisa mungkin aku menanggapi keluh kesah yang adikku bicarakan.setiap hari aku selalu bangun subuh untuk memasak,menyiapkan baju sekolah adikku dan mengerjakan pekerjaan rumah sendiri kakak ku tidak tinggal di rumah ibu kakak mengontrak supaya dekat dengan pekerjaan nya ,mungkin.setelah selesai semua baru aku berangkat sekolah.
Sungguh lelah melakukan pekerjaan rumah hampir setiap hari mungkin ini yang ibu rasakan setiap hari melakukan pekerjaan rumah dan di tambah ibu bekerja sebagai pembantu membuat lelah yang aku rasakan tak sebanding yang ibu rasakan,aku harus semangat tidak boleh mengeluh demi adik-adikku,aku hanya berdoa kepada Allah semoga ibu dan ayah bahagia di atas sana.
Aku selalu rindu kapada kedua orangtua ku aku belum percaya ini ,takdir selalu tidak adil .aku selalu menangis setiap kali adikku bertanya "kemana ibu"aku harus jawab apa ,kepada mereka aku sebisa mungkin menghindari pembahasan tentang ibu aku selalu mengalihkan pembicaraan ini aku sungguh belum siap menceritakan nya.aku akan mengajak mereka bermain kalau mereka selalu sedih sebisa mungkin walau aku pun lelah dalam keadaan seperti ini.
1 bulan aku menjalani kehidupan ku tanpa kedua orangtua ku,sangat sulit walau bagaimanapun aku harus kuat mengiklaskan mereka agar mereka tenang aku kuat ya aku sangat kuat itulah kata-kata motivasi ku agar selalu kuat menjalani hidup ini.tidak mudah menjalani hari-hari ku melihat teman-teman ku masih lengkap mempunyai kedua orangtuanya.
Aku iri?ya tentu,aku sangat iri melihat mereka,mereka bisa memeluk kedua orangtuanya bisa melihat senyuman nya.lah aku melihat pun aku gak bisa,aku iklas ya sekarang aku iklas.semoga kedua orangtuaku bahagia.maaf ayah ibu aku belum bisa membahagiakan kalian maafkan aku.AKU RINDU KALIAN.



